​Ledakan di Pangkalan Militer Rusia Menambah Tingkat Radiasi

by -72 views
Foto SHUTTERSTOCK, ilustrasi

Infowarta.com – Ledakan terjadi di sebuah pangkalan militer yang terletak di Rusia utara jauh, pada Kamis (8/8/2019). Insiden tersebut dilaporkan memicu terjadinya lonjakan radiasi singkat.

Selain masalah radiasi, ledakan juga dilaporkan turut menewaskan dua orang. Kecelakaan itu menjadi yang kedua terjadi di fasilitas milik negara di Rusia dalam sepekan.

Dilansir AFP, yang mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan, ledakan terjadi selama pengujian mesin jet berbahan bakar cair yang dilakukan di pangkalan dekat Kutub Utara.

“Akibat insiden tersebut, enam staf kementerian pertahanan dan seorang pengembang terluka. Sedangkan dua tenaga spesialis meninggal karena luka-luka mereka,” tambah pernyataan kementerian.

Dilaporkan, insiden tersebut terjadi di dekat sebuah kota kecil, Nyonoksa, sekitar 1.000 kilometer arah utara Moskwa, yang merupakan pusat pengujian utama untuk rudal balistik yang digunakan pada kapal selam dan kapal perang.

Otoritas di kota Severodvinsk, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari lokasi insiden, melaporkan terjadinya kenaikan tingkat radiasi sesaat setelah ledakan.

Pejabat Severodvinsk, melalui situs web mereka, mengatakan bahwa sensor pendeteksi radiasi otomatis di kota itu “mencatat kenaikan singkat tingkat radiasi” pada pukul 11.50 pagi waktu setempat dan level di bawah batas yang diizinkan pada pukul 14.00.

Tidak jelas kapan tepatnya insiden ledakan itu terjadi, namun pihak Kementerian Pertahanan dalam pernyataan resminya mencatat kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Disampaikan Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan singkat tentang kecelakaan yang dirilis ke kantor-kantor berita Rusia bahwa tingkat radiasi masih dalam batas “normal” dan tidak ada emisi berbahaya.

Para pejabat kesehatan mengatakan bahwa tidak ada anggota masyarakat yang terpengaruh.

“Tidak ada kontaminasi radioaktif,” juru bicara wilayah Arkhangelsk tempat pusat pengujian itu mengatakan kepada AFP.

Namun Lembaga pemerintahan di Severodvinsk mengaku menerima pesan peringatan otomatis yang mengatakan pekerja harus tinggal di gedung dan menutup jendela karena tingkat radiasi yang tinggi, demikian dilaporkan kantor berita Rusia, Interfax.

Sebuah sumber mengatakan kepada surat kabar Vedomosti, kecelakaan itu terjadi selama pengujian mesin rudal laut yang saat ini digunakan oleh angkatan laut Rusia.

Insiden ledakan pada Kamis itu terjadi hanya selang beberapa hari setelah kebakaran yang melanda depot amunisi di Siberia, yang menyebabkan ledakan besar.

Setidaknya satu orang tewas dan delapan lainnya luka-luka sementara ribuan warga diungsikan dari rumah mereka setelah kebakaran di depot di wilayah Krasnoyarsk pada Senin (5/8/2019).

Insiden terkait uji coba militer juga sempat terjadi di Nyonoksa pada 2015, dengan sebuah rudal jelajah yang sedang diuji jatuh di sebuah blok apartemen di kota itu, menyalakan api, tetapi tidak ada yang terluka.

Sumber : Kompas.com