Dian Affandi : Tak Kenal Maka Tak Sayang

oleh -

Infowarta.com, BAGANSIAPIAPI – Kasi Intel Kejaksaan Negeri Rohil,Dian Affandi Panjaitan, SH mengatakan terkait pemberitaan di salah satu media Online di Rohil yang menyebutkan dirinya susah di temui dirinya menapik hal tersebut dan mengatakan hal tersebut cuma miss komunikasi saja.

Menurutnya sebagai pejabat publik dirinya tetap menjaga hubungan baik dan mengutamakan pelayanan bagi masyarakat, termasuk kepada media massa sebagai mitra serta corong pemberitaan di Kejaksaan Rohil.

Sebagai pejabat yang baru bertugas dan menjabat sebagai Kasi Intel Kajari Rohil yang masih hitungan bulan,dirinya bertekad untuk selalu menggandeng seluruh elemen masyarakat guna mendukung tugas kejaksaan, termasuk media massa di wilayah kerjanya yang selama ini sebagai mitra Kejaksaan Rohil dalam hal pemberitaan.

Dalam hal ini,dirinya juga meminta kepada wartawan juga harus saling memahami dan menghargai fungsi dan tugas masing-masing sehingga tidak terjadi miss komunikasi dan slogan tak kenal maka tak sayang.

Demikian di Katakan Kasi Intel Dian Affandi Panjaitan, Rabu (8/1) saatvdi hubungi melalui pesan Whatt Shappnya.

Menanggapi pemberitaan yang diterbitkan oleh beberapa media online di Rohil,yang menyebutkan dirinya sulit dikonfirmasi wartawan,Dian Affandi Panjaitan membantah hal tersebut, “Itu tidak benar,masalahnya apakah wartawan yang bersangkutan waktu itu tahu keadaan saya,“Tegasnya.

Dirinya minta wartawan juga harus memahami fungsi dan tugas masing-masing,sebab menurutnya dalam melaksanakan tugas jurnalistik, pers atau wartawan harus melakukan kerjannya dengan cara-cara yang profesional sesuai yang tertuang pada Pasal 2 Kode Etik Jurnalistik.

Di pasal tersebut menyebutkan wartawan Indonesia dalam bekerja harus menempuh cara-cara yang profesional diantaranya dengan menunjukkan identitas diri kepada narasumber,menghormati hak privasi, menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya,”jelas Panjaitan lagi.

“Nah waktu itu saya sedang sakit, apakah wartawan yang menulis,saat itu tahu keadaan saya,Ditambah lagi saat itu wartawan tersebut apakah melakukan konfirmasi dengan saya,apalagi belum ada buat janji dengan menghubungi saya,Jadi,maaf jangan seenak nya saja memuat berita di online tanpa ada cross cek dulu ke saya saat itu.”Tegasnya lagi.

Namun begitu Affandi juga menyampaikan terima kasihnya kepada para wartawan yang telah bekerjasama dengan Kejari Kabupaten Rokan Hilir secara baik selama ini,Dirinya berharap ke depan,
kerjasama bersama wartawan akan terus ditingkatkan untuk menguatkan fungsi masing-masing.

“Peran media sangat penting dalam penegakan hukum dan demokrasi, karena media merupakan salah satu pilar demokrasi,Untuk itu pihaknya akan mengoptimalkan keterbukaan informasi publik. “Intinya tanpa media kita tidak akan maju,”Pujinya.

Dirinya juga berpesan kepada para awak media untuk tetap konsisten menjaga objektivitas media untuk selalu memberitakan dengan objektif, sebab kalau media tidak objektif, maka kondusifitas menjadi kurang baik dan tentunya tanpa media kejaksaan tidak akan maju pula,dalam hal ini,ya cuma miss komunikasi saja,sesuai pepatah tak kenal maka tak sayang.”Tandasnya.

Sementara Syafri wartawan Online Pantau Riau saat di konfirmasi mengatakan saat itu dirinya bersama 3 wartawan lainnya ingin bertemu dan shering kepada Kasi Intel Kejaksaan Rohil namun sangat di sayangkan tidak bisa ketemu cuma di janjikan ketemu besok hari,dan ke esokan harinya juga tidak juga bisa ketemu dengan alasan,Ntarsok (Ntar Besok) padahal dirinya sudah memperilihatkan identitas kartu wartawan kepada petugas Satpam yang bertugas di Kajari Rohil dan tidak ada menyebutkan Kasi Intel dalam keadaan sakit ini yang saat di kesalkan Sayfri.”Kita tahu tugas kita sebagai wartawan,kalau memang beliau sakit,kita maklumi kok,”Ucapnya.

Syafri berharap kejadian ini jangan sampai terulang lagi dan dapat memaklumi sehingga hubungan ke mitraan wartawan dan Kajari Rohil terjalin dengan baik.(eka).