Kasus Gadis di Mutilasi Tanpa Kepala Belum Terungkap, Saksi Kunci Sulit Terindentifikasi

by -6,077 views

Infowarta, DUMAI – Kasus pembunuhan sadis bernama Suci Fitri, merupakan seorang gadis yang di temukan tanpa kepala di Dumai hingga saat ini belum terungkap. Sejak kejadian yang terjadi pada 2 Mei 2019 hingga Jumat ini (19/7/2019) terhitung, 75 hari kasus berjalan.

Kasus ini masih menyisakan mesteri siapa pelaku sadis yang tega menghabisi nyawa Suci Fitri warga Pekanbaru itu.

Pihak keluarga korban terus berharap pihak kepolisian segera mengungkap kasus pembunuhan anaknya tersebut. “Kami masih menunggu perkembangan kasus ini, sampai saat ini belum ada kabar terbaru mengenai perkembangan kasus yang menimpa anak kami,” ujar Lia Ibu korban kepada wartawan, belum lama ini.

Ia mengatakan tidak mengetahui mengapa kasus ini cukup lama di ungkap oleh pihak kepolisian. “Tapi kami percaya polisi bisa mengungkapkan kejadian yang menimpa anak kami,” tuturnya.

Ia terus berharap pelaku segera di tangkap dan di hukum seberat-beratnya karena telah melakukan perbuatan kejam terhadap anaknya. “Kami juga tidak berdiam diri, kami terus mencari informasi terkait kasus ini,” harapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Dumai AKP Ghani Karya Andika Gita saat dikonfirmasi wartawan, mengakui kasus ini belum berhasil di ungkap, namun timnya terus melakukan penyelidikan terkait dengan kasus ini. “Sudah ada 10 saksi yang di periksa atas kasus ini,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai apa yang menjadi kendala sehingga kasus ini belum terungkap hingga saat ini, pria yang akrab disapa Ghani ini mengatakan ada satu saksi kunci yang belum diketahui identitasnya. “Kendala ada saksi kunci belum dapat identitasnya, sehingga jadi kendala,” tutupnya

Seperti dikabarkan sebelumnya, Suci Fitri warga Pekanbaru ditemukan dalam kondisi terlungkup di sebuah parit, RT 04 Jalan Mat’taim, Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai. Korban ditemukan dalam kondisi tanpa kepala.

Jasad Suci ditemukan pertama kali oleh seorang ibu rumah tangga (IRT) Nurani (38), Kamis (2/5)sekitar pukul 10.20 WIB.(inf)